This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 31 Desember 2009

Catatan Arafah, Musdalifah dan Mina (Armina)

,Jamaah tiba di padang arafah pada rabu petang jam 18.30,
meskipun sempat diguyur hujan lebat namun tenda-tenda tetap
berdiri kokoh. tempat tidur yang lembab tidak mengurangi
kehusyuan para jamaah untuk mempersiapkan mental dan
istirahat, justru tenda yang gelap (khawatir konsletting)
menambah suasana semakin religius dengan alunan bacaan
talbiyah dan dzikir sepanjang malam secara bergantian.


Menjelang tengah hari kamis bertepatan dengan 9 zulhijjah
para jamaah telah berkumpul di satu tenda besar. pukul
12.10 waktu setempat, Ketua Kloter 23 Murdi Amin memandu
kegiatan pokok wukuf yang merupakan rukun haji.



Kepala Kandepag Tanggamus S. Riyadi yang bertindak selaku
khatib menegaskan bahwa ibadah haji merupakan wujud
kepasrahan hamba kepada sang Khalik. Ummat Islam terutama
para Jamaah haji untuk menteladani semangat keikhlasan Nabi
Ibrahim dan Ismail. Tanda diterimanya amal ummat islam dan
para haji ialah konsistensi seseorang dalam beribadah dan
berbuat baik.



Kegiatan wukuf dilanjutkan dengan shalat jama qashar dhuhur
dan asar dan doa serta zikir hingga sore hari yang diimami
oleh Kyai Bahruddin. Suara tangis sebagai wujud pengakuan
kesalahan dan dosa tidak terbendung.

kegiatan doa dilanjutkan oleh masing-masing jamaah usai
makan siang yang baru bisa dinikmati pukul 15.00



setelah wukuf di Arafah, kamis malam para jamaah melakukan
mabit (bermalam) di musdalifah dan dilanjutkan menuju mina
untuk melontar jumroh aqobah tanggal 10 zulhijjah.,

Kamis, 29 Oktober 2009

Catatan MUNAS VIII Partai Golkar


Dengan penuh semangat 45 Tim Pemenangan Aburizal Bakrie dari Lampung dibawah Komando Bang Alzier dan Octaviano yang tergabung dalam Floor Leader bergerak dalam beberapa rombongan. Mayoritas Tim telah berada di Jakarta pada Jumat (2/10) untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Nasional. Acara yang sangat surprise adalah malam unjuk kekuatan yang digelar di Hotel Ritz Carlton dihadiri 376 DPD I dan II dan berhasil menggalang dana untuk gempa Sumatra Barat sebesar 6,9 Milyar.


Keesokan harinya, sabtu (3/10) sebagian kami terutama “tim gegana” sudah terbang dan mendarat di Bumi lancang Kuning Riau, sebuah Daerah Kekuasaan Partai Golkar, itulah setidaknya yang tergambar dalam benak saya. Riau patut dijadikan referensi bagi Daerah lain untuk merebut dan mempertahankan “kekuasaan Golkar”.

Munas VIII baru dibuka pada senin malam (5/10), tentu saja pengamanan yang ekstra ketat dengan menggunakan sistim IT membuat sebagian besar kami yang belum memiliki ID Card harus puas tertahan di luar arena, baru hari kedua semuanya beres dan praktis Tim Floor Leader yang dipercayakan kepada Lampung dapat menguasai forum yang sangat dinamis, semuanya berusaha untuk melaksanakan tugas secara optimal.

Pembahasan Komisi-Komisi cukup dinamis, dan alhamdulillah Pimpinan memberikan kepercaan kepada saya untuk mewakili Lampung menjadi salah satu Tim Perumus di Komisi A tidak terfikir apalagi berharap, tapi setidaknya ini adalah momentum pembelajaran “tertinggi” di Partai, semoga bermanfaat.

Beberapa keputusan yang menurut saya cukup penting ialah; penegasan Partai Golkar untuk menghidupkan kembali mesin perkaderan KARAKTERDES, merubah Dewan Penasehat menjadi Dewan Pertimbangan yang kemudian menjadi bagian (satu kersatuan) dari Dewan Pengurus/Dewan Pimpinan Partai, sehingga anggota Dewan Pertimbangan tidak ada masalah ketika dicalonkan sebagai Ketua/Ketua Umum dan yang cukup penting ialah tekad untuk memenangi Pemilu 2014 yang diawali dengan Pilkada dan mendekatkan kembali Partai Golkar kepada grass root.

Puncak Munas yang di helat di “tengah hutan” (Hotel Labersa) berlangsung tegang dan panas ketika sampai detik-detik menentukan masih ada delegasi ganda dan bermasalah, meskipun ahirnya berjalan juga proses pemilihan Ketua umum. Munas VIII yang dipimpim Fadel Muhammad ahirnya menghantarkan Ir. Aburizal Bakrie yang meraih dukungan 296 suara tampil sebagai Ketua Umum Partai Golkar menyingkirkan kompetitornya Surya paloh pada kamis dini hari (8/10) yang hanya mendapatkan 240 suara, praktis Pemilhan hanya berjalan satu putaran. Sementara dua kandidat lain Yudi Chrisnandi dan Pangeran Cendana Hutomo Mandala Putra dalam posisi Nol (0) atau dikosongkan??? Mereka para pelaku utama yang bisa menjelaskan ini kelak dikemudian hari.

Tampilnya Aburizal Bakrie berarti menegaskan jalur perjuangan Partai Golkar yang selalu akrab dengan kekuasaan (Pemerintahan). Kemenangan Ical juga merupakan salah satunya buah kesabaran dan ketekunan yang patut dijadikannya tauladan dari sang politisi tiga zaman Akbar Tandjung yang telah memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan eksistensi Partai Golkar ketika arus perubahan begitu keras bahkan menghendaki pembubaran Partai Golkar.

Semoga dengan terpilihnya Aburizal Bakrie dengan Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tandjung, serta seluruh kekuatan yang ada dan tentu saja mendapatkan dukungan yang maksimal dari seluruh jajararan kader, mampu mengembalikan Partai Golkar menjadi Partainya Rakyat dan tampil kembali sebagai pemenang Pemilu pada 2014 mendatang… Semoga Allah SWT meridloi…

Rabu, 30 September 2009

MUNAS RIAU : MEMILIH YANG TERBAIK DARI YANG BAIK


Partai GOLKAR terlahir langsung besar dan bongsor, hal tersebut dibuktikan dengan kemenangannya pada 7 kali dari 9 kali Pemilihan Umum (PEMILU) yang diikuti Partai GOLKKAR. Yang sangat fenomenal adalah ketika Partai Golkar distigma sebagai Partai Orde Baru sedangkan Gerakan Reformasi 1998 sebagai Gerakan “anti Orde Baru” (paling tidak ada yang menghendaki Partai GOLKAR dibubarkan) akan tetapi pada Pemilu 1999 Partai Golkar masih bertahan sebagai Runner Up dan yang sangat luar biasa adalah Pada PEMILU 2004 Partai GOLKAR tampil kembali sebagai Pemenang.


Bertahannya Partai Golkar pada PEMILU 1999 dan 2004 bukan semata-mata sebagai peristiwa politik kebetulan, akan tetapi lebih merupakan upaya konkrit dari segenap jajaran pengurus dan anggota dari level desa sampai di pusat. Membangun image bahwa Partai Golkar adalah Partai yang berpengalaman dan memang terpaut dengan masa lalu (Orde Baru) yang telah membenahi diri (meferormasi organisasinya). Partai yang pernah menghantarkan Bangsa Indonesia kepada era keemasan Pembangunan dan kemandirian ekonomi (swasembada pangan) yang tentu saja tidak lepas dari kekurangan-kekurangan. Kekurangan-kekurangan (sebut saja politik otoritarian dan “personalisasi”) inilah yang kemudian oleh GOLKAR dibenahi sehingga melahirkan Partai GOLKAR (GOLKAR BARU) yang terbuka, mandiri dan demokratis dengan menghapuskan sistem Dewan Pembina (semacam pemegang saham tunggal organisasi) dan mekanisme penunjukan langsung atas pengurus organisasi dari kelompok elit tertentu.

Musyawarah Nasional (MUNAS) Partai GOLKAR yang akan digelar di Riau 4-7 Oktober memiliki arti yang sangat strategis bagi Partai GOLKAR sebagai momentum untuk bangkit dari keterpurukan selama kurun waktu periodisasi politik 2004-2009. Meskipun masih bertahan diposisi Runner Up akan tetapi dari prosentase keberhasilannya merebut posisi Bupati, Gubernur dan Pemilu Legislatif dan PILPRES boleh disebut cukup memprihatinkan.

Menimbang oposisi
Kelahiran Partai GOLKAR yang langsung tampil sebagai Partai berkuasa hingga terjadinya Gerakan Reformasi 1998 membentuk Partai GOLKAR menjadi Partai yang sangat berpengalaman dalam pemerintahan sehingga menjadi janggal dan kaku jika harus tampil sebagai oposisi. Meskipun pengalaman sebagai “oposisi” menghantarkan Partai GOLKAR dibawah kepemimpinan Akbar Tandjung menuju pemenang PEMILU tahun 2004.

Menjadi oposisi maupun menjadi bagian dari pemerintahan dalam sebuah system perpolitikan multi partai saat ini memang agak sulit dijadikan sebagai acuan pilihan politik yang harga mati. Menjadi bagian dari Pemerintah atau diluar pemerintahan (“oposisi”) asalkan Partai GOLKAR mampu melakukan peran advokasi atas berbagai persoalan publik serta memberikan pelayanan yang maksimal, tentu saja rakyat juga akan tetap merasakan keberadaan Partai GOLKAR.

MUNAS Riau juga merupakan momentum untuk bangkit dengan tampilnya Calon-Calon Ketua Umum yang sangat luar biasa. Surya Paloh dengan kemampuan retorika yang hebat, Aburizal Bakrie dengan pengalamannya di Pemerintahan dan bisnisnya, serta Tomi Suharto dengan warisan kharisma Orang paling kuat pada era Orde Baru. Ketiganya memiliki syarat utama menjadi Pemimpin besar yakni memiliki visi, misi dan “gizi” untuk menggerakkan mesin Partai. Meskipun tidak bisa diarti kecilkan munculnya tokoh muda Yudi Chrisnandi yang paling tidak mewakili kalangan kader muda untuk membangun “semangat perlawanan”.

Semua calon ketua umum diatas memiliki peluang yang sama untuk memimpin Partai GOLKAR kedepan dan menjadi magnet raksasa yang dapat mengkonsolidasikan seluruh kekuatan potensi para kader. Akan sangat luar biasa bagi Partai GOLKAR jika semua kekuatan yang terefleksi dari para Kandidat Ketua Umum tersebut berkomitmen siapapun yang akan terpilih tetap akan mengakomodir semua kekuatan mitra kompetisinya. Untuk mengembalikan dan memposisikan kembali Partai GOLKAR sebagai Partai yang berkuasa (memerintah). Partai GOLKAR dan Kekuasaan (Pemerintahan) ibarat ikan dan air memisahkan keduanya bukanlah merupakan suatu pilihan, semoga allah SWT memberikan petunjuk kepada Peserta MUNAS untuk menentukan pilihan cerdasnya dengan tepat.

Minggu, 30 Agustus 2009

Hikmah Ramadhan; Tiket Menuju ampunan dan Pahala Besar


“ Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” {QS. Al Ahzab (33) ayat 35}.


Target final puasa ramadhan ialah Taqwa, tunduk dengan segala perintah dan menghindari segala bentuk larangannya, sasaran antaranya ialah mendapatkan ampunan dan pahala. Kesempatan yang hanya satu bulan ini harus kita isi dengan amaliyah yang baik agar kita terhindar dari apa yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW bahwa “berapa banyak orang yang berpuasa, dan tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus”.


Agar kita mendapatkan ampunan (maghfirah) dan pahala yang besar maka kita harus menjalankannya dengan penuh keimanan dan perhitungan, setidaknya menurut QS.33 ayat 35 tersebut ada 10 langkah yang harus kita lakukan:

Pertama, berislam; merupakan bentuk ketundukan dan kepatuhan secara total kepada Allah SWT dengan melaksanakan syariat yang diperintahkan-Nya dan diajarkan oleh Rasulullah.

Kedua, beriman; dengan meyakini sebuah kebenaran sesuai dengan hati nuraninya. Meskipun demikian keimanan seseorang juga dapat terukur dari ucapan dan tindakannya.

Ketiga, Tetap dalam ketaatannya. Keteguhan terhadap keyakinan dan diwujudkan dalam bentuk ketaatan melaksanakan keyakinannya itu tidak mengenal ruang dan waktu, tidak mudah goyah dengan berbagai hambatan dan godaan.

Keempat, benar atau jujur; adalah sebuah sikap dimana kita tampil apa adanya, atau dalam artian satunya antara kata hati dan perbuatan. Menyatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.

Kelima, sabar; sikap sabar merupakan penyerahan diri kita kepada Yang Maha Kuasa atas apa yang diberikan kepada kita. Sikap yang paling aman ialah bahwa segala urusan itu datang dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. Lain halnya dengan kedzaliman dan kesewenang-wenangan oleh siapapun maka hal itu haruslah dilawan meskipun dalam menghadapinya kita juga harus sabar.

Keenam, Khusyu’; merupakan suatu sikap kita dalam sebuah ibadah bahwa tidak ada yang hadir dalam hati dan pikiran kita kecuali Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ketujuh, Shadaqah atau sedekah. Memberikan sebagian apa yang kita miliki kepada orang lain menurut ilmu pasti akan mengurangi apa yang kita miliki, akan tetapi kita harus meyakini bahwa justru dengan memberi kita akan mendapatkan kebaikan yang berlipat ganda baik di dunia maupun akhirat. Nikmatnya kita memiliki harta atau apapun adalah ketika kita bisa berbagi kepada sesama terutama kepada yang membutuhkan terutama kaum mustad’afiin (kaum tertindas).

Kedelapan, Puasa; melatih kita untuk hidup disiplin dan taat aturan. Makan dan minum atau apapun yang enak-enak akan terasa nikmat jika dilakukan pada saat dan jumlah yang tepat. Makan itu nikmat jika kita lakukan terus menerus tiada henti yang terjadi adalah muntah dan jatuhlah haram. Itulah sebabnya dalam satu tahun (12 bulan) kita diberikan kesempatan 1 bulan untuk berpuasa, agar kita mendapatkan kebaikan dari puasa berupa pahala, kesehatan dan merasakan kenikmatan lain yang masing-masing individu barangkali memiliki pengalaman spiritual tersendiri.

Kesembilan, memelihara kehormatan, atau secara leterleg menjaga kemaluannya (khafidziina furujahum). Fakta sosial yang tidak bisa ditampik adalah bahwa perilaku seks bebas sering dilakukan banyak orang tanpa malu-malu alias terang-terangan, sehingga Allah SWT mengirimkan azab sebagai peringatan bagi kita dengan merajalelanya penyakit HIV/AIDS yang mematikan. Berdasarkan fakta tidak sedikit politisi dan pejabat publik yang puncak karirnya berahir akibat tersandung kasus akibat tidak menjaga “kehormatannya” itu.

Kesepuluh, banyak menyebut nama Allah SWT atau yang sering disebut dengan zikrullah. Zikir bukan semata-mata pada saat kita sedang shalat atau sehabis shalat, akan tetapi dalam setiap melakukan amal perbuatan kita selalu ingat bahwa yang kita lakukan diketahui oleh Allah SWT. Dan yang cukup penting adalah kita selalu menghadirkan Allah SWT dalam hati, nafas dan pikiran kita sehingga output amaliyah kita penuh makna dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

10 langkah untuk mendapatkan ampunan dan pahala yang terkait satu dengan lainnya itu tidak saja kita lakukan saat bulan ramadhan saja akan tetapi sepanjang masa dan kualitasnya harus semakin ditingkatkan. Keimanan dan keshalihan bukan milik golongan tertentu saja, akan tetapi harus kita miliki, siapapun hamba Allah yang menyatakan diri beriman dan berislam. Wallahu a’lam bishshawab.

Jumat, 24 Juli 2009

Hasil Pilpres 2009; Momentum Kebangkitan Bagi GOLKAR


8 Juli 2009 hari yang sangat bersejarah, pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden digelar dengan hasil yang cukup mengagetkan. Jam 10.00 WIB usai nyontreng kumis nya JK saya langsung mantau Pilpres lewat TV, hampir semua stasiun TV menyelenggarakan acara khusus dalam rangka Pilpres, TV One menghadirkan salah satu panelisnya budayawan Sujiwo Tejo yang mengungkapkan bahwa bebek jauh lebih banyak dibanding dengan elang. Begitupun prilaku pemilih dalam Pemilu. Karenanya dia mengutuk keras dengan ungkapan jahanam kepada TV yang menayangkan hasil Quick Count sebelum jam 13.00 WIB meskipun untuk Indonesia Timur tentu saja sudah mulai penghitungan.


Hampir sulit diterima ketika Quick Count untuk Indonesia Timur dibuka, hasilnya Mega Prabowo 15%, Sby-Boediono 58% dan JK- Wiranto yang diprediksi sebagai basis hanya mendapat 27%. Drama singkat yang meskipun entah berpengaruh atau tidak bagi pemilih di Indonesia belahan barat, akan tetapi sebuah fakta yang merupakan pukulan telak bagi JK-Wiranto.

Reinald Kasali pakar komunikasi dan pemasaran mengungkapkan bahwa saat ini dalam event kompetisi politik demokratis ternyata bahwa tidak ada orang yang merupakan representasi siapapun kecuali mewakili dirinya. Barangkali itu merupakan kesimpulan atas mengkristalnya dukungan Ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyyah kepada pasangan JK-Wiranto yang baru kali ini terjadi, belum lagi dukungan ormas-ormas lainnya.

Hasil ahir Pilpres berdasarkan Rapat Pleno KPU 23 Juli 2009 yang menempatkan pasangan Mega-Prabowo pada 26,79% (32.548.105), SBY-Boediono 60,80% (73.874.562) dan JK Wiranto 12,41% (15.081.814), paling tidak sudah cukup lumayan bagi JK-Wiranto yang praktis hanya punya waktu 3 bulan sosialisasi (sebagai Capres) dengan modal 4% elektabilitas awal oleh banyak survey, meskipun jika dibandingkan dengan perolehan suara Partai Golkar dan Hanura sebagai pengusung jauh dari target (seharusnya) minimal 20%.

Catatan penting terkait Pilpres 2009 bahwa politik itu ialah kesan dan citra, masyarakat sepertinya cukup terkesan kepada Pribadi SBY yang nampak Kalem dan tenang disamping didukung performance yang meyakinkan (ganteng). Dan untuk layak mendapat nama harus jadi orang nomor satu, betapapun JK sebagai Wapres telah berbuat begitu banyak sampai-sampai Syafii Ma’arif menjuluki JK sebagai “The Real President” dan ini adalah sebuah fakta yang sulit dibantah, nyatanya masyarakat tetap dengan “pendiriannya” masing-masing.

Apakah sesungguhnya PESAN tidak sampai dengan optimal ???, Yang pasti kekalahan JK Wiranto itu entah by design atau accident ini adalah FAKTA POLITIK yang harus dijadikan Partai GOLKAR sebagai pengalaman dan Pelajaran yang mahal, militansi dan kebangkitan itu terbangun pada saat kita terhimpit dan dalam posisi sedang dibawah, semoga…

Rabu, 24 Juni 2009

10 Alasan memilih JK Wiranto


Inilah sejumlah fakta dan penyebab mengapa pasangan Jusuf Kalla-Wiranto paling tepat untuk memimpin Indonesia.

Pertama; Pasangan Nusantara. JK-Wiranto adalah satu-satunya pasangan yang memperhatikan keanekaragaman budaya masyarakat Indonesia. Hanya pasangan Capres-Cawapres JK-Wiranto yang memiliki unsur pribadi dari luar pulau Jawa, bahkan dicalonkan sebagai Presiden RI.
Kedua; Nasionalis. JK-Wiranto keduanya tak ingin bangsa Indonesia yang besar jatuh ke tangan kekuasaan asing, termasuk dalam soal ekonomi.

Ketiga; Pro-Pasar. Namun pasar di sini tidak semata pasar saham belaka sebagaimana didengung-dengungkan oleh para elite neo-liberal. Akan tetapi lebih ke pasar rakyat yang menggerakkan roda ekonomi riil.
Keempat; Berpengalaman di pemerintahan. Baik Jusuf Kalla maupun Wiranto merupakan tokoh yang matang di pemerintahan. Jusuf Kalla pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan serta Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) sebelum menjadi Wakil Presiden RI. Sementara Wiranto pernah menjabat sebagai Panglima ABRI sekaligus Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) serta Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Kelima; Agamis. H. Muhammad Jusuf Kalla maupun H. Wiranto merupakan sosok yang taat pada agamanya, namun juga penuh toleransi dengan agama lain.
Keenam; Peduli Rakyat Kecil. Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diluncurkan pemerintah merupakan inisiatif Jusuf Kalla (JK). Program ini jelas membantu jutaan rakyat kecil yang selama ini tak memiliki akses bantuan.
Ketujuh; Cinta Damai. JK semenjak masih menjadi Menko Kesra sudah menggagas dan mengupayakan upaya perdamaian di daerah-daerah konflik. Ia pergi ke Aceh, berhasil mewujudkan Perdamaian Malino, juga ke Poso dan Ambon. Wiranto pada saat menjabat sebagai Panglima ABRI pada 1999 juga memerintahkan penarikan pasukan organik dari Aceh setelah selama Orde Baru dijadikan Daerah Operasi Militer (DOM). Semua itu membuktikan keduanya mencintai perdamaian bagi bangsa besar ini.
Kedelapan; Lebih Cepat. Dalam jabatannya di pemerintahan, JK maupun Wiranto lebih cepat dari pejabat lain saat harus bertindak. Bahkan kerapkali hambatan birokrasi yang panjang ditembusnya demi agar sebuah kebijakan yang pro-rakyat dapat diterapkan.
Kesembilan; Lebih Baik. Pengalaman JK-Wiranto di pemerintahan menjadikan keduanya sebagai pasangan capres-cawapres yang yang lebih baik dari berbagai segi. Baik dari segi pengalaman, kompetensi, kejujuran, maupun keberpihakannya pada bangsa.
Kesepuluh; Lebih Tegas. Karakter JK dan Wiranto bukanlah seorang peragu. Keduanya tegas dan berani mengambil resiko tidak populer atas kebijakannya demi kebaikan rakyat.