This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 04 September 2017

Menyoal Radikalisme

Radikalisme yang selanjutnya dimaknai sebagai suatu gagasan dan tindakan yang berbau kekerasan adalah sangat bertolak belakang dengan apa yang sudah diketahui masyarakat akademik.
Bagi yang pernah belajar filsafat, setidaknya ada tiga kriteria berfikir filsafat untuk mendapatkan kebenaran menurut Sidi Gazalba (1978) ialah radikal—berfikir mendalam sampai akarnya, sistematik dan universal. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) radikal juga diartikan sebagai secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip). Sampai di sini makna radikal tentu sebagai sesuatu yang baik dan mulia dari segi pemikiran maupun tindakan.
Yang kemudian tidak nyambung memang ketika didalam kamus yang sama mengartikan radikalisme sebagai paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Suatu penjelasan yang dipaksakan sesuai dengan pola pikir yang sesat dan menyesatkan...


Senin, 31 Juli 2017

Islam dan Pluralitas Bangsa


Indonesia dengan 17.000 pulau dan tidak kurang dari 300 suku Bangsa, merupakan karunia tersendiri dari Allah SWT. Karunia yang sejatinya menjadi potensi yang dapat ditumbuhkembangkan untuk membangun peradaban Bangsa disatu sisi, namun juga menjadi masalah tersendiri ketika Penyelenggara Negara tidak arif dalam memenej keberagaman itu.
Selengkapnya dapat dibaca di http://www.lampost.co/berita-islam-dan-pluralitas-bangsa

Rabu, 31 Maret 2010

Kiat Cerdas Meraih Istiqamah


Dari Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pekerjaan yang paling dicintai oleh Allah swt adalah yang paling berkelanjutan (konsisten, tetap) sekalipun sedikit”. Hadits tersebut menegaskan bahwa amaliah dan ibadah perlu dilakukan secara ajeg, terus menerus, konsisten atau istiqamah. Allah swt tentu saja tidak suka jika hambanya dalam beribadah kadang-kadang atau jarang-jarang terlebih lagi jika ada motivasi selain dari mengharap ridho Allah swt.


Seorang sahabat saya meminjamkan sebuah buku saku yang mengesankan, “Kiat Cerdas Meraih Istiqamah” (Ashal Thariq Lil istiqamah), Hasyim bin Abdullah Asy-Syu’ail. Buku ini relatif sangat tipis namun cukup lumayan jika kita hendak mengamalkannya, saya tidak menyebutnya paripurna namun setidak-tidaknya bisa dijadikan panduan atau daftar muhasabah keseharian apakah kita sudah beramal ibadah sesuai yang di ajarkan oleh Rasulullah saw.

Beberapa point penting yang patut dijadikan catatan diantaranya:
1. Jangan melakukan ibadah yang melebihi batas kemampuan
2. Beribadahlah secara berkelanjutan dengan penuh semangat, bertawakkal kpd Allah dg shalat berjamaah setiap waktu
3. Terus berkelanjutan membaca al Quran setiap hari, sebagaimana makan dan minum
4. Sesungguhnya anda dlm fase ini-fase transisi dari jalan setan menuju jalan “ar Rahman”, dr jalan jelek ke jalan baik, dr jalan kesengsaraan menuju jalan kebahagiaan- sangat membutuhkan teman yang shalih.
5. Jika mampu konsistenlah membaca doa setiap sujud ; Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbi ‘ala diinika”
6. Menjaga diri dari memandang orang yang bukan mahramnya.
7. Sesungguhnya al Quran dan al Hadits telah cukup sebagai jaminan yang membantu anda melepaskan diri dari maksiat, dosa dan kesalahan. Lihat QS. Al Furqan : 70-71.

Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang dapat ditulis dan buatlah check list apakah banyak yang sudah kita kerjakan atau sebaliknya?

1. Apakah anda shalat shubuh berjamaah di masjid?
2. Apakah anda berbakti kepada kedua orang tua?
3. Apakah anda bersilaturrahim?
4. Apakah anda shalat tepat waktunya di masjid?
5. Apakah anda berinfaq?
6. Apakah anda membaca alquran setiap hari?
7. Apakah anda puasa sunnah senin dan kamis?
8. Apakah anda membiasakan diri beribadah umrah?
9. Apakah anda bangun malam untuk shalat tahajjud?
10. Apakah anda mengunjungi ikhwan yang sakit?
11. Apakah anda berbuat baik kepada tetangga?
12. Apakah anda menyegerakan pergi ke masjid untuk menunaikan shalat jumat?
13. Apakah anda puasa sunnah ayyamul bidh (13-14-15) setiap bln?
14. Apakah anda menjalankan amar ma’ruf nahi munkar?
15. Apakah anda menjalankan pekerjaan berpahala sbgmn mestinya?
16. Apakah anda menghadri halaqah dzikir dan majlis ta’lim?
17. Apakah anda pedului terhadap permasalahan ummat Islam baik yg menyenangkan ataupun yg menyedihkan?
18. Apakah anda berbuat baik kpd anak2 yatim dan para fakir miskin?
19. Apakah anda menghafal beberapa juz dalam al Quran?
20. Apakah anda sayang kpd anak kecil dan menghargai yang tua?
21. Apakah anda menjaga shalat sunnah rawatib?
22. Apakah anda berinteraksi dg ibu dan anak2 anda dg baik?
23. Apakah anda berpuasa 6 hari di bulan syawwal?
24. Apakah anda mengunjungi saudara anda karena Allah?
25. Apakah anda menyalati dan mengantarkan jenazah?
26. Apakah anda berpuasa ‘Arafah dan ‘Asyura?
27. Apakah anda membiasakan diri berdakwah?
28. Apakah anda mengerjakan shalat dhuha?
29. Apakah lisan anda selalu basah oleh dzikir?
30. Apakah anda menangis karena takut kepada Allah?
31. Apakah anda menyingkirkan sesuatu yg membahayakan di jalan?
32. Apakah anda berperan serta di dalam urusan-urusan manusia?
33. Apakah anda mengucapkan salam kepada org yg anda kenal dan tdk anda kenal?
34. Apakah anda menyerahkan amanat kpd yg berkompeten?
35. Apakah anda benar-benar bertawakkal kpd Allah dlm segala hal?
36. Apakah anda berperan dalam penyebaran kebajikan dlm bentuk apapun?


Sebagai penutup, ada beberapa pesan penting sebagai WASIAT CINTA SEBELUM BERPISAH;
1. Jauhilah tempat-tempat syubhat
2. Pergunakan waktu senggangmu untuk sesuatu yg bermanfaat, jgn menyerah pada kekosongan
3. Biasakanlah dg macam-macam olah raga dan hobi bermanfaat
4. Gantilah kebiasaan lama yg buruk dengan kebiasaan baru yg bermafaat , seperti:
a. Kaset lagu diganti dengan ceramah islami
b. Jenggot yg selalu dicukur dibiarkan tumbuh lebat
c. Mendengarkan siaran al Quran sbg ganti dari mendengarkan nyanyian dan sesuatu yg tak bermanfaat
d. Rokok diganti dengan siwak
e. Bepergian ke kerabat dekat sbg ganti bepergian ke berbagai tempat yg sia-sia
f. Mendekatkan diri kpd Allah dg memotong pakaian yg isbal (melebihi mata kaki)
g. Kenalilah daerah anda sbg daerah yg suci sbg ganti dr mengenalnya sbg daerah yg kufur dan permisif
h. Kunjungilah rumah sakit agar anda mengetahui bahwa sehat wal afiat merupakan nikmat yang mahal. Kunjungilah kuburan agar anda bisa memperkirakan nilai kehidupan anda sebelum anda masuk ke dalam liang kubur.

Semoga Allah swt memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita untuk memahami Islam secara kaffah serta mengamalkannya secara istiqamah, Amiin


Kamis, 31 Desember 2009

Catatan Arafah, Musdalifah dan Mina (Armina)

,Jamaah tiba di padang arafah pada rabu petang jam 18.30,
meskipun sempat diguyur hujan lebat namun tenda-tenda tetap
berdiri kokoh. tempat tidur yang lembab tidak mengurangi
kehusyuan para jamaah untuk mempersiapkan mental dan
istirahat, justru tenda yang gelap (khawatir konsletting)
menambah suasana semakin religius dengan alunan bacaan
talbiyah dan dzikir sepanjang malam secara bergantian.


Menjelang tengah hari kamis bertepatan dengan 9 zulhijjah
para jamaah telah berkumpul di satu tenda besar. pukul
12.10 waktu setempat, Ketua Kloter 23 Murdi Amin memandu
kegiatan pokok wukuf yang merupakan rukun haji.



Kepala Kandepag Tanggamus S. Riyadi yang bertindak selaku
khatib menegaskan bahwa ibadah haji merupakan wujud
kepasrahan hamba kepada sang Khalik. Ummat Islam terutama
para Jamaah haji untuk menteladani semangat keikhlasan Nabi
Ibrahim dan Ismail. Tanda diterimanya amal ummat islam dan
para haji ialah konsistensi seseorang dalam beribadah dan
berbuat baik.



Kegiatan wukuf dilanjutkan dengan shalat jama qashar dhuhur
dan asar dan doa serta zikir hingga sore hari yang diimami
oleh Kyai Bahruddin. Suara tangis sebagai wujud pengakuan
kesalahan dan dosa tidak terbendung.

kegiatan doa dilanjutkan oleh masing-masing jamaah usai
makan siang yang baru bisa dinikmati pukul 15.00



setelah wukuf di Arafah, kamis malam para jamaah melakukan
mabit (bermalam) di musdalifah dan dilanjutkan menuju mina
untuk melontar jumroh aqobah tanggal 10 zulhijjah.,

Kamis, 29 Oktober 2009

Catatan MUNAS VIII Partai Golkar


Dengan penuh semangat 45 Tim Pemenangan Aburizal Bakrie dari Lampung dibawah Komando Bang Alzier dan Octaviano yang tergabung dalam Floor Leader bergerak dalam beberapa rombongan. Mayoritas Tim telah berada di Jakarta pada Jumat (2/10) untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Nasional. Acara yang sangat surprise adalah malam unjuk kekuatan yang digelar di Hotel Ritz Carlton dihadiri 376 DPD I dan II dan berhasil menggalang dana untuk gempa Sumatra Barat sebesar 6,9 Milyar.


Keesokan harinya, sabtu (3/10) sebagian kami terutama “tim gegana” sudah terbang dan mendarat di Bumi lancang Kuning Riau, sebuah Daerah Kekuasaan Partai Golkar, itulah setidaknya yang tergambar dalam benak saya. Riau patut dijadikan referensi bagi Daerah lain untuk merebut dan mempertahankan “kekuasaan Golkar”.

Munas VIII baru dibuka pada senin malam (5/10), tentu saja pengamanan yang ekstra ketat dengan menggunakan sistim IT membuat sebagian besar kami yang belum memiliki ID Card harus puas tertahan di luar arena, baru hari kedua semuanya beres dan praktis Tim Floor Leader yang dipercayakan kepada Lampung dapat menguasai forum yang sangat dinamis, semuanya berusaha untuk melaksanakan tugas secara optimal.

Pembahasan Komisi-Komisi cukup dinamis, dan alhamdulillah Pimpinan memberikan kepercaan kepada saya untuk mewakili Lampung menjadi salah satu Tim Perumus di Komisi A tidak terfikir apalagi berharap, tapi setidaknya ini adalah momentum pembelajaran “tertinggi” di Partai, semoga bermanfaat.

Beberapa keputusan yang menurut saya cukup penting ialah; penegasan Partai Golkar untuk menghidupkan kembali mesin perkaderan KARAKTERDES, merubah Dewan Penasehat menjadi Dewan Pertimbangan yang kemudian menjadi bagian (satu kersatuan) dari Dewan Pengurus/Dewan Pimpinan Partai, sehingga anggota Dewan Pertimbangan tidak ada masalah ketika dicalonkan sebagai Ketua/Ketua Umum dan yang cukup penting ialah tekad untuk memenangi Pemilu 2014 yang diawali dengan Pilkada dan mendekatkan kembali Partai Golkar kepada grass root.

Puncak Munas yang di helat di “tengah hutan” (Hotel Labersa) berlangsung tegang dan panas ketika sampai detik-detik menentukan masih ada delegasi ganda dan bermasalah, meskipun ahirnya berjalan juga proses pemilihan Ketua umum. Munas VIII yang dipimpim Fadel Muhammad ahirnya menghantarkan Ir. Aburizal Bakrie yang meraih dukungan 296 suara tampil sebagai Ketua Umum Partai Golkar menyingkirkan kompetitornya Surya paloh pada kamis dini hari (8/10) yang hanya mendapatkan 240 suara, praktis Pemilhan hanya berjalan satu putaran. Sementara dua kandidat lain Yudi Chrisnandi dan Pangeran Cendana Hutomo Mandala Putra dalam posisi Nol (0) atau dikosongkan??? Mereka para pelaku utama yang bisa menjelaskan ini kelak dikemudian hari.

Tampilnya Aburizal Bakrie berarti menegaskan jalur perjuangan Partai Golkar yang selalu akrab dengan kekuasaan (Pemerintahan). Kemenangan Ical juga merupakan salah satunya buah kesabaran dan ketekunan yang patut dijadikannya tauladan dari sang politisi tiga zaman Akbar Tandjung yang telah memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan eksistensi Partai Golkar ketika arus perubahan begitu keras bahkan menghendaki pembubaran Partai Golkar.

Semoga dengan terpilihnya Aburizal Bakrie dengan Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tandjung, serta seluruh kekuatan yang ada dan tentu saja mendapatkan dukungan yang maksimal dari seluruh jajararan kader, mampu mengembalikan Partai Golkar menjadi Partainya Rakyat dan tampil kembali sebagai pemenang Pemilu pada 2014 mendatang… Semoga Allah SWT meridloi…

Rabu, 30 September 2009

MUNAS RIAU : MEMILIH YANG TERBAIK DARI YANG BAIK


Partai GOLKAR terlahir langsung besar dan bongsor, hal tersebut dibuktikan dengan kemenangannya pada 7 kali dari 9 kali Pemilihan Umum (PEMILU) yang diikuti Partai GOLKKAR. Yang sangat fenomenal adalah ketika Partai Golkar distigma sebagai Partai Orde Baru sedangkan Gerakan Reformasi 1998 sebagai Gerakan “anti Orde Baru” (paling tidak ada yang menghendaki Partai GOLKAR dibubarkan) akan tetapi pada Pemilu 1999 Partai Golkar masih bertahan sebagai Runner Up dan yang sangat luar biasa adalah Pada PEMILU 2004 Partai GOLKAR tampil kembali sebagai Pemenang.


Bertahannya Partai Golkar pada PEMILU 1999 dan 2004 bukan semata-mata sebagai peristiwa politik kebetulan, akan tetapi lebih merupakan upaya konkrit dari segenap jajaran pengurus dan anggota dari level desa sampai di pusat. Membangun image bahwa Partai Golkar adalah Partai yang berpengalaman dan memang terpaut dengan masa lalu (Orde Baru) yang telah membenahi diri (meferormasi organisasinya). Partai yang pernah menghantarkan Bangsa Indonesia kepada era keemasan Pembangunan dan kemandirian ekonomi (swasembada pangan) yang tentu saja tidak lepas dari kekurangan-kekurangan. Kekurangan-kekurangan (sebut saja politik otoritarian dan “personalisasi”) inilah yang kemudian oleh GOLKAR dibenahi sehingga melahirkan Partai GOLKAR (GOLKAR BARU) yang terbuka, mandiri dan demokratis dengan menghapuskan sistem Dewan Pembina (semacam pemegang saham tunggal organisasi) dan mekanisme penunjukan langsung atas pengurus organisasi dari kelompok elit tertentu.

Musyawarah Nasional (MUNAS) Partai GOLKAR yang akan digelar di Riau 4-7 Oktober memiliki arti yang sangat strategis bagi Partai GOLKAR sebagai momentum untuk bangkit dari keterpurukan selama kurun waktu periodisasi politik 2004-2009. Meskipun masih bertahan diposisi Runner Up akan tetapi dari prosentase keberhasilannya merebut posisi Bupati, Gubernur dan Pemilu Legislatif dan PILPRES boleh disebut cukup memprihatinkan.

Menimbang oposisi
Kelahiran Partai GOLKAR yang langsung tampil sebagai Partai berkuasa hingga terjadinya Gerakan Reformasi 1998 membentuk Partai GOLKAR menjadi Partai yang sangat berpengalaman dalam pemerintahan sehingga menjadi janggal dan kaku jika harus tampil sebagai oposisi. Meskipun pengalaman sebagai “oposisi” menghantarkan Partai GOLKAR dibawah kepemimpinan Akbar Tandjung menuju pemenang PEMILU tahun 2004.

Menjadi oposisi maupun menjadi bagian dari pemerintahan dalam sebuah system perpolitikan multi partai saat ini memang agak sulit dijadikan sebagai acuan pilihan politik yang harga mati. Menjadi bagian dari Pemerintah atau diluar pemerintahan (“oposisi”) asalkan Partai GOLKAR mampu melakukan peran advokasi atas berbagai persoalan publik serta memberikan pelayanan yang maksimal, tentu saja rakyat juga akan tetap merasakan keberadaan Partai GOLKAR.

MUNAS Riau juga merupakan momentum untuk bangkit dengan tampilnya Calon-Calon Ketua Umum yang sangat luar biasa. Surya Paloh dengan kemampuan retorika yang hebat, Aburizal Bakrie dengan pengalamannya di Pemerintahan dan bisnisnya, serta Tomi Suharto dengan warisan kharisma Orang paling kuat pada era Orde Baru. Ketiganya memiliki syarat utama menjadi Pemimpin besar yakni memiliki visi, misi dan “gizi” untuk menggerakkan mesin Partai. Meskipun tidak bisa diarti kecilkan munculnya tokoh muda Yudi Chrisnandi yang paling tidak mewakili kalangan kader muda untuk membangun “semangat perlawanan”.

Semua calon ketua umum diatas memiliki peluang yang sama untuk memimpin Partai GOLKAR kedepan dan menjadi magnet raksasa yang dapat mengkonsolidasikan seluruh kekuatan potensi para kader. Akan sangat luar biasa bagi Partai GOLKAR jika semua kekuatan yang terefleksi dari para Kandidat Ketua Umum tersebut berkomitmen siapapun yang akan terpilih tetap akan mengakomodir semua kekuatan mitra kompetisinya. Untuk mengembalikan dan memposisikan kembali Partai GOLKAR sebagai Partai yang berkuasa (memerintah). Partai GOLKAR dan Kekuasaan (Pemerintahan) ibarat ikan dan air memisahkan keduanya bukanlah merupakan suatu pilihan, semoga allah SWT memberikan petunjuk kepada Peserta MUNAS untuk menentukan pilihan cerdasnya dengan tepat.